Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pesan Jangan Bunuh Diri dari Bumi Perkemahan SMP Sint Pieter Lolondolor

 


Orangtimur - Dalam rangka menyongsong HUT Pramuka yang ke-65 tahun, Siswa-siswi bersama Para Guru SMP Sint Pieter Lolondolor melaksanakan kegiatan Pramuka dengan berkemah di Edang-Riding, Desa Leuwayan, Kecamatan Omesuri. 

Kegiatan ini dimulai pada Kamis 13 -15 Agustus 2026 bertempat di Lokasi Edang-Riding tepatnya di Kebun milik Lukman Letu Apelabi. Tempat yang dipilih ini merupakan tempat strategis karena memiliki nilai sejarah sehingga para peserta tidak hanya belajar tentang Kemandirian dalam Pramuka tetapi juga tentang sejarah yang tertuang dalam Mata Pelajaran Mulok di sekolah. 

Kegiatan ini diikuti oleh 92 Peserta Didik dan 10 orang Guru bersama 10 Orangtua wali yang selalu setia mendampingi dari awal pemilihan lokasi. Kegiatan ini dibuka dengan Apel bersama dan menyalakan Api Unggun. 

Dalam amanatnya, Kepala Sekolah Yulia Barek, memberikan 3 pesan penting yang merupakan pesan utama dalam kegiatan ini yakni

1. Kobaran semangat mamacu motivasi belajar dan berkarya yang tak pernah padam. 

2. Jaga kebersamaan dengan mempererat kebersamaan, tingkatkan kerjasama.

3. Jadilah terang bagi sesama seperti api yang menghangatkan tanah Edang.

Ia juga berpesan agar setiap regu dengan nyala Api Unggun mampu membakar semangat jiwa muda sehingga tidak padam oleh waktu.

Dalam kegiatan ini hadir juga Romo Yohanes Kedati Tobil, Pr selaku Pastor Rekan Paroki Salib Suci Hoelea untuk membina Iman Peserta Didik SMP Sint Pieter Lolondolor.

Ia mengajak para Peserta didik SMP Sint Pieter Lolondolor untuk memikul Salib.

"Salib itu adalah persoalan hidup. Kita perlu untuk setia dalam proses belajar mengajar di sekolah. Sebab buah dari Salib yang kita pikul dari sekolah adalah keberhasilan dalam karier dan cita-cita yang diimpikan."

Romo Jonda berpesan kalau ada persoalan dalam hidup jangan pernah berpaling dari Yesus dengan berdoa dan bercerita kepada-Nya.

Selain itu, Pastor Moderator OMK Paroki Hoelea ini menggambarkan pengaruh HP, Game, dan media sosial bagi Peserta Didik sangat berbahaya ketika tidak digunakan dengan baik. HP bisa menjadi berkat dan juga racun yang sangat mematikan. HP bisa membunuh karakter orang yg menggunakan tidak dengan baik.



Harus ada batas waktu, batas tempat dan batas sentuhan dalam berpacaran sebab tubuh adalah bait Roh Kudus. Romo Jonda sangat berharap agar para peserta didik menjaga Tubuh dengan baik dan jangan sembarang untuk dipamer.

Ia Juga membeberkan kasus akhir-akhir ini menjerat generasi muda yakni bunuh diri. Oleh karena itu Romo Jonda berpesan segala sesuatu persoalan seperti apapun jangan pernah pendam sendiri tetapi harus diceritakan.

Terakhir Romo Jonda berpesan agar para peserta didik menjaga baik-baik identitas sebagai orang katolik yang lahir Katolik, mati juga harus katolik.

(Nardi Apeutung) 

Post a Comment for "Pesan Jangan Bunuh Diri dari Bumi Perkemahan SMP Sint Pieter Lolondolor "