Pekan OMK Paroki Hoelea di Atanila Ditutup dengan Pentas Seni
Orangtimur - Orang Muda Katolik Paroki Salib Suci Hoelea, Lembata sukses mengadakan kegiatan pekan OMK di Stasi santu Yusuf Atanila, Desa Nilanapo, Kecamatan Omesuri. Kegiatan ini dimulai pada Kamis (16/7) sampai Minggu (19/7). Sekitar 100 Orang Muda Katolik dari Paroki ini dibagi untuk tinggal dan hidup bersama umat.
Dalam kunjungan ini, ada beberapa kegiatan yang dijalankan yakni pembersihan kebun Paroki, mendengar dan mendiskusikan materi, pentas seni, pembuatan pupuk dan berolahraga bersama. Materi hari pertama, Jumad (17/7) dibawakan oleh bapak Gabriel Manek bersama Ibu Ursula tentang Keluarga Katolik. Materi yang dibawakan ini bertujuan mengajak OMK untuk mengenal identitasnya sebagai orang muda yang kelak mencadi calon suami dan istri.
“OMK bukan kelompok pesiar melainkan murid Kristus,” tegas bapak Gabriel. Sebagai Murid Kristus, maka OMK diharapkan berakar pada imannya akan Kristus dalam membangun hidup berkeluarga. Bapak Gabriel menjelaskan bahwa berdasarkan data dari Seksi Pastoral Keluarga, masih banyak keluarga Katolik yang sudah hidup bersama tetapi belum menikah Gereja. Oleh karena itu, ia mengharapkan agar OMK melihat ini sebagai sebuah persoalan yang mesti diatasi.
Bukan hanya itu, ibu Ursula sebagai pemateri kedua bicara tentang tubuh. “Tubuh kita itu berharga jadi jaga baik-baik,” kata ibu Ursula yang adalah istri dari bapak Gabriel Manek, pamateri pertama. Selanjutnya, pada sesi diskusi, OMK mengangkat banyak persoalan dalam hidup berkeluarga antara lain misalnya KDRT yang masih sering terjadi, cinta yang terhalang adat belis dan persoalan lainnya seperti orangtua yang tidak mau memberi restu untuk sebuah hubungan. Gereja juga diajak untuk bersama-sama mencari jalan keluar atas persoalan-persoalan tesebut.
Merantau yang Beraturan
Pada materi kedua, OMK diajak untuk berdiskusi tentang Buruh-Migran dan Perantau. Materi ini dibawakan oleh tim dari Dinas Nakertrans Lembata yakni Petrus Payong dan pemateri berikutnya yakni Agustinus Dolu Kamalera. Dua pemateri ini mengajak OMK untuk sama-sama mensosialisasikan tentang aturan menjadi seorang perantau domestik maupun di luar negeri. Fenomena yang terjadi justru banyak perantau pergi merantau secara ilegal dan berakibat buruk bagi keselamatan mereka di tempat kerja.
Diharapkan, Pemerintah berkolaborasi dengan Gereja mengajak semua umat Katolik yang ingin merantau agar mengikuti jalur legal yang disiapkan oleh Pemerintah daerah. Bahkan saat ini, Pemerintah menyiapkan jalur yang mudah untuk membantu calon perantau dalam mengurus administrasinya.
Gotongroyong di Kebun Paroki
Pada hari berikutnya, Sabtu, (18/7), OMK bergotongroyong memberisihkan kebun paroki yang ada di sudut kampung Atanila. Mereka bekerja sama sebagai saudara seiman. Walaupun matahari sangat panas di siang itu, tetapi dengan kebersamaan dan saling mendukung, mereka mampu menjalankan tugas dengan baik. Usai dari kebun, dilanjutkan dengan pembuatan pupuk dan mendengarkan materi dari Gaspar Apelaby tentang peran OMK dalam Pembangunan Daerah.
Ada beberapa hal yang disampaikan oleh Ketua Pemuda Katolik Cabang Lembata tersebut misalnya tentang literasi digital, berpikir kritis, aktif membangun daerah mulai dari desa, aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan dan seterusnya. OMK yang hadir amat antusias dan memberikan beberapa catatan kritis atas tema yang dibahas.
Pada
malam harinya dilanjutkan dengan pentas seni. OMK mengekspresikan kemampuan
mereka dalam bidang kesenian baik melalui tarian, puisi, nyanyian dan
lain-lain. Ada pula kegiatan lainnya yakni berdoa dan sharing bersama umat stasi Atanila dan berolahraga bersama, lomba kotbah dan mazmur. Esoknya, Minggu (19/7) ditutup dengan Misa yang dipimpin oleh Romo Jonda.



Post a Comment for "Pekan OMK Paroki Hoelea di Atanila Ditutup dengan Pentas Seni "
Komentar